Kata Zine merupakan artikulasi-tekstual kegelisahan, kebingungan, kepenatan, kepemberian, dan sikap rahsa atas kekompleksitasan hidup. Ia lebih dari sekadar lembaran teks, melainkan kejejaringan hidup. Merajut keterputusan reifikasi. Bukan sekadar berlari, melainkan mencari celah-celah kemungkinan. Ia mengeksplorasi segala potensialitas menuju aktualitas. Lebih dari bermain, melainkan berupaya mengembalikan bermain ke dalam pemaknaan primordial. Kata Zine terpesona atas keunikan pribadi “manusia-memanusia. Juga keterpesonaan isi atau entitas dunia: “spirit”, manusia, hewan, tetumbuhan, alam, dsb. Mempromosikan ketertunggalan penahu (the knower) dan yang diketahui (the known). Ia berusaha mengungkap modus eksistensi manusia ketika menyingkap kediriannya. Tidak hanya berhenti pada titik ketahuan, melainkan penyingkapan. Kata Zine mempromosikan sikap dialogis-kritis dalam pewacanaan. Ia mengajak untuk mencerap intelektum-transenden. Tidak hanya mengajak mendapatkan pengetahuan secara santiran/konseptual/representasional/tidak-langusung (knowledge by representational, ‘ilm al-hushuli), melainkan mendapatkan pengetahuan secara langsung/iluminatif/presence/kehadiran (knowledge by presence, ‘ilm al-hudhuri). Tidak hanya melihat pada tataran fisik, melainkan metafisik. Mengenali jenjang-jenjang wujud atau hierarki-wujud, untuk memersiapkan perjalanan dan/atau perubahan dalam substansi, harakah al-jauhariyah, move on substance. Kata Zine melihat eksperensialitas sebagai pijakan awal dalam mendekati ketahuan. Sehingga “otonomi individu” lebih dari sekadar keniscayaan, melainkan puncak substansi. Tidak berhenti sebagai mikrokosmos, melainkan makrokosmos. Ketertunggalan segala wujud. Ketercelupan segala modus eksistensi maupun ketercelupan antarwujud.
Who I Want to Meet:
Anda semua, sejak setiap orang adalah pembaca dan penafsir dunia.