penulis
  Advanced Search
Home    Search    Chat     Events     Forum     Direktori     Invite    Help Signup    Login

Writers Comunity and Writing resources, news and discussion for authors / writers, editors, and publishers



Free Web Hosting with Website Builder

14:43 31/10/2008 - 4 comments - [ post comment ]

“Cuma nanya karena pengen tau aja. Kenapa sesusah itu buat jawab?” sebuah sms terlihat dilayar hape Daniel. Dan setelah Daniel melihatnya, sesegera mungkin ia balas, “karna jawaban itu tak semudah yang di ucapkan”. Sebenarnya Daniel tau jawabannya saat itu bisa membuat laura penasaran. Tapi ia sudah tak tahan dengan kiriman sms yang bertubi-tubi. Dan lama-lama daniel pun mengirimkan sebuah pesan, “Kenapa kamu memaksa”. Namun laura masih masih dibaluti rasa penasarannya akan sebuah jawaban. Ia tetap mengirimkan sms dan masih sama dengan pertanyaannya, apakah kamu sayang aku?. Sampai Daniel terlihat tak sanggup membalas smsnya. Laura berusaha menelpon beberapa kali. Namun Daniel tak mengangkatnya.

Daniel sudah bosan saat itu, ingin segera pergi dari tempat dimana hampir 2 jam lewat ia duduk disana. Di kafe ketika orang menikmati kesendirian dan menertawakan keanehannya sendiri.  Diwaktu Daniel tampak tertawa kecil ketika ia mengingat posisi dia saat mendekati Lisa. Saat dimana ia memaksa meminta jawaban dari Lisa seperti Laura meminta jawabannya kali ini. Namun ia merasa senang dan menerimanya bukan sebuah keputusasaan karena Lisa telah menjelaskan semuanya. Menjelaskan bahwa dirinya masih menikmati hatinya yang kemarin.

Jam tangan saya menunjukan 01.00 am, saya ingin beranjak tapi sayang rokok sampoerna mild merahku masih menyala di jepitan jari tengah dan telunjukku, novel sitok srengenge pun belum mampu ku tutup, apalagi gelas ketigaku belum habis.

 

30 Oktober 2008

dalam sebuah kafe

13:39 20/10/2008 - 8 comments - [ post comment ]
Filed under: Lain-lain

Aku tak tau harus bilang apa. Secara tiba-tiba kamu sms meminta untuk bertemu secepatnya. Alasannya ada hal serius yang mesti dibicarakan. Bukan dengan telepon apalagi sms. Aku tidak merasa kaget malam tadi. Pasti kamu akan membicarakan apa yang telah  kita rencanakan dulu. Rencana yang entah masih terbungkus dengan rapi atau sudah pudar. Rencana yang dulu aku bingkai seindah mungkin demi kebahagiaan kita. Rencana yang hingga kamu berani mengatakan akan memulai hidup dengan yang lain.

Namun ketika aku beranjak pergi setelah keputusan itu, kamu masih lantang meminta aku untuk menutup diri terhadap yang lain tapi menerima kamu membuka untuk yang lain. Mungkin dulu aku terlihat bodoh dan memang teramat bodoh sampai akhirnya aku menulis bahwa, “cinta itu berbuat bodoh”. Dan sekarang kamu meminta keputusan diakhir tahun untuk memulai kembali ke arah lebih baik, katamu. Ke arah menjadi kita. Dan mesti ada keputusan di akhir tahun ini. Bukan demi kita tapi demi kamu, aku bilang.

14:16 13/10/2008 - 4 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi
Aku akan menemanimu tidak untuk online.
15:01 25/9/2008 - 6 comments - [ post comment ]

 

Kala Ivan merenung di teras depan rumahnya. Saat itu jam tangannya menunjukan 01:30 wib. Tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara seorang wanita.

 

Nak, kamu masih memikirkan akan masalah kemarin ya. Ibu seh cuma ngingetin aja,

“Paling susah dikerjakan dalam pernikahan adalah proses komunikasi untuk menerima pasangan kita apa adanya. Menerima segala kelemahan dan kekuatannya.“

Apakah pilihanmu sudah tau siapa kamu, bagaimana keadaan keluarga kita. Dan apakah dia akan menerima keadaan kita ini? Kamu harus ingat itu.

 

Tanpa sadar mulut Ivan pun berucap,

Sudah bu, itu semua tidak membuat aku gentar untuk menjalani pernikahan nanti. Semuanya bisa aku jalani dan atasi tentunya dengan keyakinan. Aku sangat yakin. Jikalau kesulitan itu ada berarti aku memang masih hidup. Semua harus siap dengan rencana bu. Kalau masalah mereka terima kita, alhamdulillah mereka udah menerima dengan tangan terbuka.

 

Aku tetap yakin bu, “Jika tingkat kesulitannya lebih besar, maka akan lebih besar pula kepuasannya dalam menikmati hasilnya.”

 

Ini bukan salah satu bentuk untuk membela diri aku sendiri tapi sebuah kepercayaan dan keinginan aku akan sebuah visi yang dipegang. Mungkin dari situ aku tidak lagi hanya dianggap sebagai orang yang masih kecil terus. Akan tetapi, seseorang yang dianggap bisa bertanggung jawab. Aku tau kok bu, memang seseorang yang dianggap matang atau dewasa adalah orang yang bisa mentransfer visinya menjadi sebuah karakter dan juga bisa bertanggung jawab atas apa yang dikatakannya.

Ivan masih berbicara tanpa henti. Karena dia yakin dengan siapa pilihannya.

 

Namun seketika suasana teras halaman itu menjadi sunyi. Ivan yang masih duduk di kursi teras didekati dan dipeluk secara tiba-tiba oleh ibunya sembari berkata, “Ternyata kamu keras seperti bapakmu, dan memang kamu sudah besar ya. Kenalkan pada ibu nak siapa wanitamu.”

 

Lalu ibu pergi dengan diiringi embun pagi.

 

 

* Terima kasih untuk mereka atas pembicaraan yang jarang dilakukan namun memberi arti. Bebaskan mimpimu di surga bu.

 

 

16:50 24/9/2008 - 10 comments - [ post comment ]
Filed under: Lain-lain

……………….. Walaupun ruangan itu dingin oleh beberapa AC, tapi suasana Anggi beda seperti panasnya matahari di siang bolong. Nada anggi sedikit sewot karena ivan tetap memaksa dengan meminta jawaban mau atau tidak untuk memulai satu hubungan. Dengan cara yang tidak semestinya, tentunya dengan cara seperti orang di todong, katanya.

“Apa seh van, udah deh. Apa yang lo mau dari gw. Gw aneh van. Gw lemot.”

 

Namun ketika Anggi masih dengan kemarahan itu, Anggi dikagetkan dengan perkataan Ivan,

“Gw tau lu aneh tapi gw disini bukan cuma pengen pacaran doang. Gw pengen nikahin lo, nggi.”

 

Hah…??

Anggi kaget dan terdiam waktu itu atas apa yang diucapkan oleh Ivan. Terlihat dari raut mukanya dia, “gamang”.

Sewaktu anggi terdiam atas kekagetannya dengan perkataan ivan. Tiba-tiba ivan menyodorkan beberapa kertas yang sudah tertata rapi seperti sebuah proposal dari tasnya. Sampul depannya bertuliskan “Proposal Masa Depan Kita”. Mata kedua insan itu bertatap dengan seksama dalam waktu 3 menit lalu tangan anggi langsung merengkuh dan mencoba membuka perlahan untuk membaca isi dalam kertas itu. Ketika membuka halaman pertama terlihat tulisan.

 

“Dari proposal yang aku ajukan padamu ini, aku menjanjikan untuk membuatkan kamu satu rumah. Walaupun tidak sebesar yang kamu tempati bersama orang tua. Tapi rumah yang aku buat sangat mungil dengan di polesi kebahagiaan serta keikhlasan hati. Sepetak taman di belakang rumah kamu akan melihatnya. Penuh rumput dan bunga-bunga yang indah sepertimu untuk menyejukan aku sepulang kerja. Mampu membawa anak-anak kita nanti melihat bulan dan bintang ketika malam tiba. Memberitahu mereka apa itu langit, rumput, bunga, pohon, dan arti hidup bahagia. Kita mengajarkan agama yang baik. Memberikan tanggung jawab yang semestinya. Karena hidup adalah untuk mencari, mendapatkan dan menikmati bahagia. Dan aku ingin memiliki kebahagian bersama kamu untuk melewati perjalanan hidup. Menikahlah denganku.”

 

Tidak sampai selesai membaca isi dari proposal itu, Anggi mengangkat wajahnya dan melihat ivan kembali. Tak lama anggi berkata, “ya udah lu datang ke rumah, ketemu nyokap gw. Kalo lu emang niat baik sama gw. Gw ijinin lu datang ke rumah.”

Terlihat mata anggi meneteskan air mata. Entah itu kebahagian atau kesedihan. Semoga saja tetes mata itu adalah air mata kebahagiaan, ungkap ivan dalam hati.

 

* Mari kita mulai hidup dengan rencana. Dengan kebiasaan dan niat baik untuk mendapatkan kebahagiaan yang kita impikan. Mimpi dengan rencana pun sama halnya kunci mencapai keinginan kita. Semua tergantung dari cara kita untuk menggapai apa yang kita mau.”

12:43 23/9/2008 - 12 comments - [ post comment ]

Dalam perjalan menuju ke kantor tadi pagi. Saya merasa ada sesuatu yang berbeda. Sangat berbeda rasanya karena saya hanya terdiam mengingatnya. Kalo melihat dia ngaji sembari saya nyupir, itu udah sering saya lihat di bulan ini. Kalo melihat dia sms dan nelpon, itu juga udah biasa. Kalo ngomongin tentang ide ato masalah kantor, hal biasa juga. Kalo ngomongin masalah saya mesti menikah setelah punya tanggung jawab, itu udah sering. Kalo ngomongin masalah rumah tangga yang sedang ato akan dihadapin, akh udah biasa juga. Kalo ngomongin saya lagi deket dengan orang satu kantor, itu kadang dibahas. Trus apa yang bikin beda?

Kata-katanya membius hati juga mengajarkanku. Intinya begini, “Hanya doa anak shaleh yang bisa mengurangi dosa Emak dan Bapak kita disana. Ya memang doa aku juga sampe tapi tidak akan mengurangi dosa mereka. Kasian kan mereka, kita ngga tau waktu itu mereka ibadahnya gimana. Pasti ada yang bolong dan tidak maksimal. Mumpung masih umur segini ya kita kurangi dosa mereka, jangan hanya mikir ngapusin dosa sendiri terus. Kita hitung aja dalam waktu hidup di kasih 60 tahun. 10 tahun kita hitung untuk waktu kita kecil. Sekarang waktunya kamu benar-benar mengingat mereka dengan sesungguhnya. Mumpung bulan ramadhan, setiap doa kita di lipat gandakan. Ga ada salahnya kan berdoa. Ketika kamu berdoa, kamu akan dapet pahala dan orang tua kamu pun akan dapat pahala. Hal itu udah ganda. Apalagi kamu berdoa di bulan ramadhan ini. Doa kamu akan di lipat gandakan. Kalo bekal didunia ya cukup kamu bisa makan dan jajan karena ketika kita mati ya udah ga bakal bisa dinikmati lagi. Makanya ketika nanti kamu punya anak pun yang di utamakan adalah agamanya. Itu adalah bekal buat kamu juga. Sejak dini sebisa mungkin kamu harus mengajarkan mereka. Karena bekal akhirat kekal adanya.”

13:08 18/9/2008 - 17 comments - [ post comment ]

Saya ga mau curhat, itu yang selalu ada di benak saya tapi akhirnya saya menulis ini. Bukan karena saya kesal atau emosi. Hanya saja ada sedikit unek-unek yang mesti saya keluarin. Saya tidak bercerita lewat mulut yang sebagian orang melakukannya. Mudah-mudahan saja orang yang ngomong dengan nada tinggi itu bisa baca. Apalagi belum lama ini saya melihat tulisannya. Ada rasa menyesal? Tentu iya. Karena ini baru pertama kali saya alami. Tapi penyesalan itu tak ada gunanya. Semua yang berlalu biarlah berlalu. Mau bersinar atau layu biarkan saja, semua adalah pilihannya.

 

Secara tiba-tiba sepulang kantor, saya dikagetkan oleh dua pesan yang muncul di layar hape saya. Awalnya masuk saya tidak tahu, tidak ada getar atau bunyi sekalipun. Mungkin saja pesan itu datang ketika saya mengisi bensin untuk mobil saudara saya.

Pesan yang terbaca salah satunya begini  : “Van, mau tau ga kesalahan apa yang telah gw lakuin. Adalah membiarkan lo masuk ke kehidupan gw, kesalahan paling besar banget”.

Katanya seh, “bukan marah, cuma mempertegas aja supaya lo tau”.

Teng-tong???? (gw diem dan mikir). Ini bukannya cara orang marah? Mempertegas kok marah-marah. Ga ada angin, ga ada gluduk tiba-tiba sms begitu. Padahal sore harinya dia masih ym ma gw dan terlihat biasa. Kalo misalkan salah, kemana aja dia kemarin. Kok udah beberapa bulan baru dia sadar. Aneh. Tapi bagus juga seh dia jadi sadar kalo ternyata gw termasuk orang aneh hahahahhaa

Oh iya, saya lihat di tulisannya setelah malam itu marah-marah yang ga jelas. “Kalo orang baik belum tentu benar, kalo orang bener pasti dia baik”. Berarti selama ini saya orang baik, “alhamdulillah” tapi ga bener “alhamdulillah”. Semua orang ada kelebihan berikut kekurangannya. Mungkin kelebihan saya “ga bener”, kekurangan saya “baik” atau itu terbalik. Akh bodo aja yang penting saya mikir begitu.

 

 

# Cuma iseng nulis doang. Kalo ada kesalahan nama dalam tulisan ini mohon ga usah di bahas. Tata hati, jaga diri di bulan suci. Jangan ada emosi apalagi dengki. Selamat berpuasa menyambut kemenangan.

13:38 15/9/2008 - 8 comments - [ post comment ]

Kalau masih berpikir tergantung orang, kapan mau jadi diri-sendiri?

Manggarai, 15 agustus 2008

17:21 12/9/2008 - 8 comments - [ post comment ]

Kemarin saya melihat kembali seorang bapak meninggal. Yang ditakuti oleh anak-anaknya tapi kurang disegani. Ia berjiwa keras, susah berkata setuju. Jikalau ada hal-hal yang kurang sreg, ia akan tetap dengan keputusannya. Ada beberapa cerita bersama alm. Salah satu contohnya ketika saya, istrinya dan alm pergi menjenguk cucu dari anak keduanya yang pesantren di daerah sukabumi. Saat itu ditengah jalan istrinya meminta berhenti untuk membeli kelapa muda ijo untuk alm ini. Saya dan istrinya keluar untuk membeli kelapa tersebut. Dan setelah kelapa itu siap dibawa pulang saya langsung masuk aja dan menancap gas tanpa melihat ke belakang bangku mobil. Setelah 5 km berlalu kita sadari tak ada suara di belakang bangku, dan seketika kita kaget bukan main. Ternyata si alm ini tertinggal di tukang kelapa muda. Alhasil kita kita langsung puter arah untuk menjemputnya. Dari kejauhan saya sudah melihat wajah merahnya menyambut saya dan istrinya. Yah itulah salah satu ceritanya, kalo ditulis mungkin tak akan muat sampai beberapa kalimat. Lanjut lagi ke keadaan dalam rumah. Hamper semua orang tak lepas membicarakannya. Tapi namanya orang ya, segimanapun keadaannya, kemarahannya, keegoisannya, kerasnya sifat, dan lain halnya. Jika ia tiada, hampir semua menangisinya. Dari anak, cucu beserta sodara dekatnya lainnya. Tapi tidak termasuk saya, cucu dari yang saya anggap ibu karena menikah dengan adik lelaki pertama dari ibu saya yang merawat setelah ibu meninggal yang kemudian di susul bapak saya. Air mata saya tak muncul keluar. Entah sudah kering ato mungkin sudah biasa lewati rintangan dalam hal kematian.

 

Nb : ketika semua orang menangis dengan kematian, semoga saya bisa menangis ketika orang berbahagia.

11:16 3/9/2008 - 11 comments - [ post comment ]

Aku masih ingat saat selesai ujian untuk menentukan naik kelas 4 sekolah dasar, aku beranikan diri menandatangani hasil ujian itu sendirian tanpa sepengetahuanmu. Tapi tetep saja aku tak bisa sembunyikan rahasia itu. Kamu marah besar dan hampir memukul dan mengusirku dan anehnya saat itu aku malah marah balik. Lalu aku marah lagi saat aku berantem bersama teman mainku, dan aku sakit matanya gara-gara pukulannya dan kamu tidak memukul balik anak itu. Dan aku marah ketika makanan yang kau berikan ke kakak perempuanku lebih nikmat dibandingkan aku hanya gara-gara dia menangis. Dan aku marah besar ketika kamu menikah lagi dengan wanita lain selain ibuku, setelah ibuku tiada 4 tahun setelahnya. Aku marah saat kamu lebih memberikan perhatian lebih untuk wanita selain ibuku. Namun saat aku di rawat di Rumah Sakit gara-gara sakitku, kamu sangat gelisah karena panasku diatas 40, kamu rawat aku tanpa peduli kemarahanku. Sejak itu aku mulai mengerti aku mesti mencintaimu lagi karena sekali aku menjadi anakmu aku tetap anakmu. Seperti yang akan terjadi pada anakku, cucumu. Walau apapun telah kuperbuat untukmu aku tetap anakmu dan kamu tetap bapakku.

 

# Selamat jalan Bapak, semoga kamu bisa menjaga ibu di surganya.

17:24 27/8/2008 - 4 comments - [ post comment ]

Selalu kembali ke masa lalu. Aku tau kejadian kemarin tak akan kembali dan kesedihan tak akan mengembalikan sesuatu yang hilang. Seperti menjelang ramadhan kali ini, aku memang jarang sembahyang tapi jangan sampai pahala bulan ramadhan melayang.

 

Tapi maaf karena aku sadari sekarang, ternyata pergi seperti orang “ziarah” itu bukan suatu kewajiban bagi agamaku. Maafkan jika tahun ini aku menjauhkan dari ziarah. Terlalu banyak dosa yang aku buat, kamu mengerti kan maksudnya. Pastilah kamu mengerti, karena kamu selalu mengertiku.

 

Yang pasti Aku tetap akan mendoakanmu tanpa ziarah ke kuburanmu, ibu.

 

 

17:05 27/8/2008 - 2 comments - [ post comment ]

1. Your ad should be about your customer. Too many ads tell me too much about a product or a company or a service, and not enough about why I should care.

2. Your ad should have a single focus. There is the temptation to include “supporting” features and benefits as copy points. This dilutes both your message and your memorability.

3. The best advertising concepts are visual. People scan before they read. If you don’t catch them when they’re scanning, you won’t catch them at all.

4. Visuals that must be read are confusing. Phrases do not improve because they are written on a prescription pad, computer monitor, calendar, or traffic sign. At any rate, if your visual demands reading, whatever writing it has should serve as the headline. Having a typeset headline and a legible visual is doubly confusing.

5. If the sole appeal is one of irrelevance, it is not creative. It is irrelevant.

6. The second-best word is “you.” The best word is the customer’s name.

7. Your best tool is empathy. It is tempting to affect a sophomoric breeziness toward the sufferings that afflict your customers. They are not amused. Hemorrhoids hurt like Hell.

8. Rosser Reeves held that an ad must attract, intrigue, and persuade. Attract with the visual or the design, intrigue with the headline or the concept, and persuade with the copy. If your ad fails to attract, it is ignored. If your ad fails to intrigue, it is glanced at, then ignored. If your ad fails to persuade, it is noticed, read, then ignored. Advertising may be many things, but it must not be ignored.

9. If your headline can be used for a different product, but it is still clever, then it is probably word play. This can work if it’s relevant and fresh. Usually, word play is too clever by half and not nearly relevant enough or fresh enough. A lot of good word play was done in the 70s and 80s. Another tip-off that a headline might be word play is if it works without a visual.

10. It’s okay to be pragmatic. If the offer is 50% off room nights booked between now and December 30, then there is nothing wrong with a headline that reads: “Save 50% on room nights until December 30.” There is also nothing wrong with spending a half-day trying to beat this line. You might be able to. I don’t believe I ever have.

11. Writing should be energetic, intelligent, and honest. You cannot bore someone into a purchase any more than you can dumb someone into one. You can cheat someone into a purchase, but that is poor morality as well as poor marketing.

12. Racism, sexism, and other us-against-them motifs are not funny. It is no more acceptable to poke fun at a middle-aged white man than it is to poke fun at a young black lesbian. It makes no difference that you, personally, are either a middle-aged white man or a young black lesbian. On reflection, it’s questionable whether poking fun at anybody helps sell anything.

13. There is a difference between race and racism, sex and sexism. It is foolish, for example, to make a pantyhose ad gender-neutral. Be aware of cases in which neutering the character of your copy will degrade its effectiveness.

14. Copy points should be supported. “It’s portable” should be something like “You can slip it into your shirt pocket” or “You can move four with a full-sized pick-up truck.”

15. Don’t weasel. If you must qualify a point, either qualify it as little as possible or spell out the specific qualifications. “Compatible with almost every popular operating system currently available” should become “Compatible with most operating systems” or, preferably, “Compatible with Microsoft Windows 98, 2000, and NT 4.0.”

16. Characteristics, features, or benefits should not be brought into things in an indirect manner. There are always more facts than you have room for. The desire to make every point leads to unsupported odds and ends drifting into your copy. “A tasty treat that’s high in calcium and vitamin D, for healthy bones.” If good taste is important, then it deserves individual attention. If it's not important, then cut it. If you can’t decide whether or not it's important, then find out.

17. There is a tendency to string adjectives (and other parts of speech) together in threes. “Delicious, nutritious, and fun-to-eat.” “Luxury, performance, and style.” The latter are adjectival nouns. Anyway, sometimes this word-trio has rhythm. On the rare occasions when that rhythm fits, fine. Otherwise, consider that each point, if well-taken, probably deserves its own explanation.

18. The following phrases are fluff, and the more of them you can edit out the better: “as a matter of fact,” “in fact,” “for instance,” “contrary to,” “furthermore,” “in addition,” and “not just (whatever) but (whatever else).”

19. Puns should be exceptionally good or horrifically bad. Or deleted.

20. So far as possible, make your copy grammatical – but don’t be fussy about it. Verb agreement and tense agreement are two common errors that should be corrected.

21. Beginning a sentence with “and” is questionable. That is not to say that it is wrong to begin a sentence with a conjunction, at least in advertising. Just question it, that’s all.

22. Copywriters have an affection for the clever last line. If it works gracefully, and if it is relevant, then it is a small reward to your audience for completing its task. Often, though, a clever last line is nothing more than the copywriter showing off. Not every ad needs a clever last line, any more than every animal needs horns. A call to action makes an effective last line.

23. It takes about 15 seconds to pick up the phone and check whether or not that phone number works. Do it.

 

14:07 22/8/2008 - 8 comments - [ post comment ]

Sebenarnya keinginanku denganmu, dan sampai ketika saat aku dan kamu menemui malam itu, kamu sendiripun memilih untuk tak mau.  

Kamu telah meragu sebelum menjalaninya. Kamu biarkan aku untuk memilih satu pilihan dengan hidup bersama yang lain, bukan kamu.

“Aku tak baik dan mungkin tak bisa diterima oleh keluargamu”, Itu kata yang mungkin masih terukir disini dan aku anggap suatu pertanda bahwa kamu ingin jauhiku.

Jika kamu ingin itu, aku memilihnya dan mengiyakan semua. Bukan karena inginku, namun jika itu terbaik dan rasa senang untukmu, aku memilihnya dari perjalanan pagi itu.

Saat ini aku tak mampu menolak apalagi meminta kembali. Ucapmu telah mengisyaratkan “jauhi aku”. Sama halnya ketika aku mencoba sedikit cara melalui “ym” itu, kamu menginginkan hal yang sama.

Dan maaf jika rasa peduliku menenggelamkan rasa sayang.

 

“kalo kamu peduli pada orang yang dicintai, kelak akan tertanam rasa sayang itu. Namun, jika kamu hanya sayang pada cintamu, aku percaya rasa sayang itu belum tentu menuangkan peduli”.

 

12:43 20/8/2008 - 2 comments - [ post comment ]
Sepenuh hati, sepanjang waktu. Itulah cinta yang tertanam dalam diri untukmu.
Namun tetap saja, sayangku untukmu tak sesempurna sayangku pada ibu.
15:31 11/8/2008 - 15 comments - [ post comment ]

 Apa yang Anda katakan ketika mau melakukan sesuatu yang Anda blum pernah lakukan dan itu merasa terlalu berat jika dilakukan?

Jawabannya : “ga mungkin”.

Gimana mau mungkin jika niatnya sudah tak mungkin? Awalnya aja udah kalah. Kalah sebelum melakukannya sama halnya menyepelekan diri-sendiri. Mulailah mencoba dulu, baru bilang “ternyata gampang juga ya”.

Ketika saya mau mulai kerja disini, saya bilang ga mungkin. Tapi karena saya akhirnya berfikir “knapa ga mungkin”, saya jadi stay disini.

Sama halnya ketika saya melihat wanita ini, jauh untuk digenggam. Mungkin sangat jauh karena saya berfikir itu ga mungkin. Namun ketika semuanya saya niatkan untuk mungkin memilihnya, dan akhirnya cincin sepasang itu minggu depan mungkin sudah sudah bisa dipakai.

dan semoga kemungkinan itu menjadi nyata. amien

17:47 18/7/2008 - 12 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Mengenalnya sudah, mencintainya masih, menikahinya belum.

Namun kau merintih saat ku tindih walopun belum lepas kendali.

 

juli 2008

 

 

11:23 23/6/2008 - 8 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Aku jatuh cinta setelah berbuat seperti orang bodoh.

lagi dan lagi tetap berulang terus

bekasi, 22 juni 2008

11:27 20/6/2008 - 13 comments - [ post comment ]
Filed under: Lain-lain

Sebelum menutup mata di hari kemarin. Sesuatu mendorong dari dalam hati. Bukan suatu keterpaksaan tapi sebuah keinginan. Mata yang sayu akibat guling yang menggelayut, jari yang sedari tadi ragu akan menulis sesuatu akhirnya menemukan inti dari hati.

Aku beranikan mengirim sesuatu itu, segunduk rasa kangen ku sebut itu.

Maaf jika cara mencintaiku masih sederhana

19 juni 08

23:24:02

sent to :

0817940…9

 

Aku tak mendamba yang sederhana

Aku tak mengimpi yang tak kau punya

Jika benar cinta ada dan mencinta

Ku ingin itu hanya untukku saja, tidak siapa aja.

 

19 juni 08

23:31:08

from :

0817940…9

Terima kasih atas balasan yang begitu menyentuh atas kata “tidak siapa aja”. Kesetiaan begitu berarti bagi siapapun. Maka, bersetialah kita.

17:19 17/6/2008 - 13 comments - [ post comment ]
Filed under: Lain-lain

Menurutku, cinta tak selalu indah walaupun dia bernama Indah.

Pendapatku, jangan mati karena pasangan yang belum tentu mau mati demi kita.

Faktanya, ada yang seperti itu dan ada yang tidak.

 

Sesungguhnya cinta jadi indah karena pasangan yang faktanya memang cinta kita. Ini cuma tulisan dan hanya ucapan pendapat yang belum tentu sebuah fakta. Jangan percaya pada ucapan setia kalo suka mendua.

17 juni 2008

11:53 16/6/2008 - 11 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Bagian hidup dalam kebersamaan adalah kepercayaan.

Semua tentang orang sekitar yang mengganggu jangan dihiraukan.

Itu bukan masalah apalagi ancaman.

Ku yakin karena ku tau, mulutmu tak mampu mengaung seperti singa jauh di belakang.

Jeleknya aku, bencinya kamu selalu terucap didepan bukan dibelakangku.

Karenaku percayamu sampai saat ini.

16 juni 08

karena sms yang tak jelas

13:33 2/6/2008 - 15 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Peluk aku dalam belaian

Buai aku dalam kewanitaan

Satu demi satu laki-laki ini, tanggalkan atasmu, robek bawahmu tanpa memperkosa.

2 juni 08

16:21 29/4/2008 - 7 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

aku bukan orang pemberani sampai tingkat kurang ajar dan juga bukan penakut sampai tingkat pengecut

aku bukan seorang pecinta yang terlalu ulung sampai pada tingkat tidak rasional

Dan aku bukan seorang pembenci yang tidak bisa memaafkan kemudian. aku hanya menginginkan keseimbangan untuk orang yang tepat bukan ideal

kamu orang yang tepat yang mengerti bingkai aku dengan kepribadianku

kamu memang seorang cerdas yang tak membutuhkan orang cerdas lain

kamu si cantik yang tak membutuhkan si gagah.

-untukmu nduutkoe-

april menjelang mei 08

11:16 14/4/2008 - 8 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Menemukanmu adalah bahagiaku

Memelukmu adalah duniaku

Mencintaimu adalah inginku

Mendampingimu adalah nyataku.

kan aku tunjukan rasa sayang sepenuh hati tanpa ada batasan.

april 2008 untukmu novemberku.

16:03 3/4/2008 - 14 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Dan kini lalui yang indah dengan dirimu

Malam ini...yah malam ini semakin larut...

Kita terbuai...tanpa paksaan...menikmatinya

Kisah ini adalah rahasia berdua.

 

Tak akan berlalu.

_3 april 08_

15:38 2/4/2008 - 12 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Masih ingatkah ketika kita bercinta di ruangan itu?

 

Memasukan hatiku kedalam hatimu

Tak banyak suara, hanya oouuugghhhhh…aku cintaimu,sayang.

 

Menembus malam setelah cahaya siang beranjak ke lain tempat. Dan aku, masih tetap mengerti dan percaya jika aku cintaimu, sayang.

2 april 2008

15:15 30/3/2008 - 14 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi
aku menemukanmu..aku melamarmu....aku menikahimu...


lupakan segala malu pada mereka, kita tetap berjalan mendaki demi kebahagiaan.


30-maret-2008
12:11 25/3/2008 - 17 comments - [ post comment ]
Filed under: Lain-lain

     JENGGOT

         Obat Sakit Hati

Melegakan segala jenis sakit hati Anda

 

 

 

Baca aturan pakai :

Dewasa    : dua helai/hari

Anak-anak : setengah helai/hari

 

“jika sakit hati berlanjut hubungi dokter cinta”

 

Peringatan Pemerintah :

“Hati-hati jika jadi jatuh hati”

 

 

 

 

14:14 20/3/2008 - 12 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi
Kau menyapaku melalui pesan singkat tadi pagi
"pagi sayang,sambut mentari bersama cinta kita ya"
aku terbata dengan tetes haru
begitu dalamnya dan hanya itu jawab hatiku

aku terbang sangat cepatnya ke masa yang akan datang
dan suatu ketika aku terbangun
dengan perhatian diiringi suara adzan berkumandang
kau dekatkan bibir manismu
lalu bisikan tepat disamping telinga
"sayang, waktunya aku menjadi makmum dari lantangnya imamku"


lelaki mana yang sanggup berpaling pada makmum seperti ini
dan aku,
"tak akan mampu walaupun hanya membayangkan"

tanpa sadar wanita cipta membelai rambutku
kupandanginya dan mengucap
"aku akan menikahimu setelah menjadi wali dari kakak perempuanku"

dan dia pergi.
13:40 19/3/2008 - 16 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Kamu mengerti persoalanku

Kamu peduli akanku

kamu tahu egoisku

 

Knapa mesti pergi

Apakah semua tak bisa nyata..?

 

Yah aku memang bukan jenis lelaki pemberi bunga

Bukan juga pengungkap cinta

Aku tersembunyi bahkan pada diri sendiri

 

Demi kamu aku mencoba tak seperti itu.

 

 

Crowne hotel, 18 maret 08- 21:30

11:39 18/3/2008 - 18 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Akhirnya semua datang kembali

diaku muncul dengan sengaja

Entah kenapa dia selalu ada

 

Rasa yang ku tanam

kini hilang lebur tak berbentuk

karena dia…pastinya.

 

Tak ada maaf, tak mungkin ada.

 

Detik ini hanya sesal

Semua tak usah aku tangisi, tentunya.

Aku sudah terbiasa jadi anggap saja biasa walau ini tak seperti biasanya…

 

Yah itulah diaku

Siapa yang dapat bertahan dengan dia

Hanya tuhan yang tahu, ungkapku.

 

Pergi…

Pergilah…

Semua memang harus pergi

Aku tak memaksa itu tetap disini

Karna diaku tak mau memaksakan derita

 

Tinggalah..itu tetap tak akan selesaikan masalah

Aku yang menciptakan aku pula yang terima

Karena diaku tak pernah menyelesaikan masalah.

 

Untuk siapa cinta ini, untuk siapa rindu ini, untuk siapa sayang ini, untuk siapa peluk ini, untuk siapa belaian ini, untuk siapa manja ini, untuk siapa kecupan ini, untuk siapa..yang aku tahu sekarang untuk diaku egoisku.

 

* Terima kasihku padamu yang telah mengajarkan arti yang berarti untuk wanita.

11:02 12/3/2008 - 27 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Sungguh akupun bahagia ketika dekatmu

dan

akupun tak 'kan hapus kalo itu sebuah cinta

memilikimu adalah bahagiaku

mencintaimu adalah rasaku

maafkan saat kini menjadi kepergian

karenaku tak bisa miliki dan menjaganya

dengarkan dan mengertilah

cinta yang terbaik untuk berdua

tidak lukai yang lain

tanpamu disini kumerindu

namun ku sadar kau bukan miliku lagi

bahagiakan dia melebihi disini

aku tetap mengerti

11:51 10/3/2008 - 10 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Ya..aku ijinkanmu tuk setia kepadaku

Ya..adamu telah jadi penyejukku

Ya..nyaman dan bahagiaku di rebahmu

Dan inilah jawabku atas seluruh tanyamu..

Tidak..kau bukan musuh dalam selimutku

Tidak..hadirmu tak seperti bukan inginmu

Tidak..ku tak'kan pernah tinggalkanmu

Dan inilah jawabku atas seluruh harapmu..

Bisikan selalu setiap rasa dan ragaku

Kidungkan selalu senandung cinta di hatimu

Merindulah selalu pada segalaku

Rengkuh bersama asa indah kita itu

karena kau dan aku adalah satu

dengan ku punyaimu kau utuh milikiku

Dan inilah semua jawabku untuk inginku

 

terima kasihku pada jawab-mu feib.

16:40 6/3/2008 - 4 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Andai kau tahu aku memanggilmu malam ini

Kujadikan Rindu atas sayangku

 

Aku mencari bayangan namun tak aku temukan jawaban

Haruskah aku mencari cinta asmaraku dalam mimpi

 

Ku bisikan pada hatimu :

Rinduku adalah kangenku

Cintamu adalah sayangku

Aku dan kamu adalah kita.

 

 

 

jenggot, 6 maret 08 : aku yakin kau mendengarnya karna hatimu telah menjadikan hatiku.

11:30 5/3/2008 - 11 comments - [ post comment ]
Filed under: Puisi

Cinta yang kau beri membuka mataku

Kita sempurnakan hidup dari kesepian

aku tak ingin melupakanmu yang akan menjadi sesal dihati

aku tak mau terlambat mengerti karna cintamu beib

karna kini aku mencintaimu.

16:46 4/3/2008 - 9 comments - [ post comment ]
Filed under: Artikel

Ssstttt..ssssttt….jangan bilang orang ya kalo aku juga lelaki, aku takut nanti aku di kecam oleh kaumku.

Dan jangan bilang pada kaum hawa kalo aku suka mereka dengan dipenuhi keindahan dalam tiap lekukan yang ada dalam diri mereka.

Jangan pula memberi nasihat kepada anak-anak tetangga atau didalam rumah kita sendiri, kalo setiap sunah itu bisa wajib tanpa penjelasan sejelas-jelasnya.

Ini cerita bukan pengalaman asli, namun jika ada kemiripan tokoh atau dan sebagainya mohon maaf dan jangan di gugat.

Suatu hari, aku menyelundup sambil mengendap-endap melihat sekitar, yang aku rasa itu aman untuk saat itu. biarpun banyak nyamuk karena ga pake tiga roda jadi nyamuk situ ga takut. Tengok kanan, tengok kiri kaya mau lewat dijalan raya, maklum saya takutn ada pak hansip bertugas apalagi ibu-ibu yang suka beli sayuran dengan bumbu gosip. Maklum saja ini ceritanya lagi di kampung, sebut aja kampung setia selalu jadi yang ada hansip bukan satpam apalagi pak polisi yang suka di lampu merah yang matanya tajam setajam silet. Statusku blum kawin pada waktu itu di ktp (kartu tanda penduduk). namun, saking penasarannya melihat tetangga sebelah yang biasa aku lihat pagi hari dikala dia membuka jendela kamar dengan sedikit bukaan didaerah...sssttt sensor dikit supaya rada mikir tapi jangan